5 Kelemahan Investasi Emas

Sabtu, 27 Juli 2013
Emas biasanya selalu dinomor satukan sebagai metode investasi yang paling aman dan menguntungkan sejak ribuan tahun lalu. Harga emas selalu positif dan naik dalam jangka panjang sehingga semua orang buru-buru untuk mau melakukan investasi logam mulia ini. Apalagi ketika terjadi inflasi, dan BI Rate meningkat; semua orang langsung berburu emas untuk mengamankan harta mereka. Tapi dibalik kelebihan tersebut ada sedikit karakteristik emas yang bisa dibilang menjadi kelemahannya 5 diantaranya:
kelemahan dan kelebihan tiap jenis investasi wajib diketahui investor

1. Kurangnya Daya Ungkit/ Leverage


Investasi dengan emas sangat berbeda dibandingkan dengan properti, terlebih jika anda mencicilnya melalui bank syariah. Kita tidak punya "kendali" terhadap harta sendiri karena emasnya masih dipihak bank. Coba bandingkan dengan investasi rumah KPR, ruko, atau properti; kita bisa tetap mengendalikan harta tersebut dengan menyewakannya, membuka lokasi bisnis sendiri, sehingga nantinya keuntungan yang kita dapatkan bisa dipakai untuk membayar cicilan belum lagi harga properti yang terus naik tiap tahun. Daya ungkit investasi properti memang jauh lebih tinggi.

2. Tidak Berdampak Pada Ekonomi Riil


Semakin banyak emas yang anda punya bukan berarti semakin besar kontribusi nyata yang anda lakukan terhadap ekonomi sehari-hari. Emas anda istilahnya hanya diam ditempat, tidak tambah, tidak kurang, tidak juga memberikan dampak langsung kepada kegiatan ekonomi. Lain halnya dengan ketika anda berinvestasi dengan instrumen lain contohnya: saham. Semakin banyak saham yang anda beli maka berarti anda juga mempunyai andil terhadap kelangsungan perusahaan tersebut karena dana yang anda berikan akan dipakai untuk memajukan perusahan itu. Nantinya ketika ada keuntungan dari saham perusahaan yang anda beli, maka anda juga dapat 'cipratan' keuntungan melalui dividen atau naiknya harga saham itu.

3. Kurang Transparannya Penjual Emas


Ini kasus yang paling umum kita temui pada penjual emas di Indonesia, terkadang mereka kurang transparan terhadap masyarkat yang hendak menjual emas, kadang nilai emasnya dihargai terlalu rendah. Apalagi masyarakat awam tidak tahu menahu tentang standar perhitungan harga emas, harga emas di pasar internasional, dsb. Masyarakat tentunya dituntut lebih pro-aktif untuk mencari informasi emas terbaru agar tidak menjadi korban dalam perdagangan emas.


4. Penjagaan Emas Repot


Kalau anda memiliki emas yang banyak, anda dituntut lebih berhati-hati menyimpan emas tersebut. Karena salah-salah jika seseorang mendapatkan emas tersebut, atau anda tidak sengaja menghilangkannya maka harta anda juga lenyap. Dalam emas tidak ada yang namanya sertifikat, tangan siapa yang memiliki emas maka dia yang punya emas tersebut. Inilah resikonya, kadang orang harus membeli brankas khusus untuk menyimpan emas itu dan menyimpannya di lokasi aman, tapi kalau mau lebih pasti lebih baik menyewa safe deposit box dari bank.

5. Emas Lebih Cocok Untuk Jangka Panjang


Dalam jangka pendek harga emas terus berfluktuasi naik turun. Bergantung pada mood pasar dan ekspektasi terhadap ekonomi suatu negara. Kadang orang buru-buru dan tidak sabaran menjual emasnya karena melihat harga emas turun, alasannya takut rugi. Saat harga naik ada juga yang menjualnya terlalu cepat karena ingin mendapatkan keuntungan walaupun sebenarnya marginnya sedikit. Lebih baik untuk mengubah persepsi anda mengenai emas. Emas itu investasi, yang namanya investasi pasti untuk jangka panjang. Kalau mau jangka pendek itu namanya trading, bukan investasi. Jadi lebih baik gunakan emas untuk melindungi harta anda dimasa mendatang, dan membiayai biaya pernikahan, haji, sekolah anak, dll.

Itulah beberapa kelemahan investasi emas yang bisa saya temukan, setidaknya kita bisa jadi lebih tahu mengenai karakteristik investasi emas ini agar anda bisa membuat keputusan tepat mengggunakan instrumen investasi mana yang bagus dan cocok dengan kondisi anda karena memang setiap jenis investasi punya tipe nya masing-masing.
Semoga artikel ini bermanfaat.

0 komentar:

Poskan Komentar